KOMPAS.com – Instagram belakangan memang mengalami perubahan pada algoritmenya yang berdampak pada lini masa penggunanya.
Alih-alih menampilkan akun yang memang kita follow, media sosial ini kerap memunculkan unggahan maupun sugesti yang tidak diinginkan.
Santer beredar kabar, hal ini dilakukan pengelola Instagram untuk menyaingi fitur TikTok, media sosial terkini yang sedang naik daun.
Perubahan ini rupanya malah membuat banyak penggunanya tidak senang, dibuktikan dengan adanya petisi di Change.org sebagai kritikan untuk timeline Instagram yang kacau itu.
Petisi tersebut dibuat oleh Tati Bruening, seorang fotografer, berjudul “Make Instagram Instagram Again” (stop trying to be tiktok i just want to see cute photos of my friends).
Dibuat pada 22 Juli lalu, petisi tersebut sudah mendapatkan 163.000 tanda tangan online hanya dalam empat hari saja.
Semuanya memprotes lini masa Instagram yang kini berantakan dan lebih fokus pada konten video, bukan lagi foto.
Belakangan, petisi tersebut juga ditandatangani dan dibagikan oleh para selebgram kelas dunia seperti Kylie Jenner dan Kim Kardashian.
Ketika dua nama besar ini sudah ikut serta, tentunya keluhan ini tidak bisa dianggap main-main.
Ia merupakan selebgram kelas dunia yang menjadi perempuan dengan followers terbanyak di Instagram.
Apalagi Kylie Jenner terbukti pernah membuat Snapchat rugi besar pada 2018 hanya dengan cuitan sederhana.
Kala itu, kekasih Travis Scott ini mengaku tak lagi menggunakan Snapchat sehingga media sosial tersebut makin ditinggalkan penggunanya dan merugi hingga lebih dari 1 miliar dollar AS.
“sooo does anyone else not open Snapchat anymore? Or is it just me …” cuitnya empat tahun lalu.
Akhirnya direspon oleh bos Instagram
Sadar jika komplainnya sudah menjalar hingga ke ‘orang penting’ di media sosial, petinggi Instaram akhirnya buka suara.
“Jika Anda melihat feed versi layar penuh yang baru atau Anda mendengarnya, ketahuilah bahwa ini adalah uji coba,” kata Adam Mosseri, CEO Instagramm sehari setelah Kylie Jenner mengunggah keluhannya.
“Ini adalah uji coba bagi beberapa persentase orang di luar sana, dan idenya adalah bahwa pengalaman layar penuh, tidak hanya untuk video tetapi untuk foto, mungkin sedikit lebih menyenangkan dan pengalaman yang menarik. Tapi saya juga ingin jelas, itu belum bagus.”
Ia menambahkan jika platform yang dikelolanya itu akan selalu mengutamakan foto namun mengakui jika kini cenderung menampilkan lebih banyak video kepada pengguna, termasuk video bergaya TikTok yang disebut Reels.
Apalagi konten berupa foto merupakan warisan Instaram dan akan terus didukung.
Mantan eksekutif Facebook itu mengatakan sadar pembaruan perlu ditingkatkan sebelum diluncurkan ke basis pengguna platform yang lebih besar.
Tetapi pengguna Instagram berbagi dan mengonsumsi lebih banyak video di platform daripada sebelumnya, menurut Mosseri.
“Saya harus jujur, saya percaya semakin banyak Instagram akan menjadi video dari waktu ke waktu,” katanya. “Kami melihat ini bahkan jika kami tidak mengubah apa pun.”
Penjelasannya ini diunggah lewat akun Instagramnya sebagai jawaban atas kritikan para pengguna yang muncul, termasuk oleh selebritas kelas dunia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
#Kylie #Jenner #Keluhkan #Algoritmenya #Tiru #TikTok #Bos #Instagram #Akhirnya #Buka #Suara #Halaman
Klik disini untuk lihat artikel asli